Rutinitas Warga Sumber Jeruk

Masyarakat Sumber Jeruk mayoritas bekerja sebagai buruh tani. Pekerjaan warga Sumber Jeruk biasanya dilakukan di lahan pertanian padi, jagung, dan perkebunan tebu. Terdapat pula kaum wanita yang setiap paginya bekerja sebagai pemetik kopi di daerah Ijen. Selain itu, ada juga sebagian warga yang bekerja sebagai pembuat kue kering, kue basah dan pembuat kerupuk. Warga desa Sumber Jeruk juga ada yang bekerja sebagai peternak madu klanceng. Madu jenis ini memiliki manfaat yang lebih banyak dibandingkan dengan madu biasanya. Bukan hanya itu, terdapat juga warga yang bekerja sebagai pemotong kayu, dimana kayu yang di potong adalah kayu sengon. Ada juga sebagai pembuat batu bata. Tetapi rutinitas warga Sumber Jeruk yang paling dominan adalah sebagai buruh tani.

Di daerah Krajan Timur ada warga yang memiliki keseharian sebagai peternak burung. Ada berbagai macam burung yang diternak yaitu burung cucak hijau dan sebagainya. Sedangkan di daerah Tengginah ada warga yang berkegiatan sebagai sebagai pembuat kue kering dan kue basah, dan juga menerima pesanan nasi tumpeng. Macam-macam kuenya bisa kue tart, jajanan pasar, dan berbagai macam kue lainnya. Produksi kue tersebut hanya dilakukan saat ada pesanan saja. Meskipun demikian, ternyata ibu tersebut selalu melakukan produksi kue karena ada pesanan setiap harinya, bahkan terkadang sempat menolak pesanan karena terlalu banyaknya permintaan yang ada karena hanya memiliki tiga tenaga kerja.

Kue khas yang ada di Desa Sumber Jeruk adalah kue Rambon. Kue ini dibuat pada saat puasa atau menjelang lebaran saja ataupun hanya saat ada pesanan untuk pernikahan atau lamaran dan acara penting lainnya. Selain kue rambon, Desa Sumber Jeruk juga memiliki kue buidaran yang berbentuk seperti naga dan berwarna kuning kemerahan dengan harga seribu rupiah per buah. Kue buidaran ini terbuat dari campuran telur dan tepung ketan. Ketika sudah terbentuk adonan, dapat ditambahkan warna (sumbo) sesuai dengan selera pemesan. Pada proses penggorengan, adonan tidak boleh langsung dimasukkan dalam minyak yang panas. Oleh karena itu, adonan dimasukkan ke minyak yang dingin kemudian dipanaskan agar adonan dapat mekar sempurna.

Kegiatan lain yang ada di Desa Sumber Jeruk adalah produksi kerupuk. Kerupuk yang di produksi ada berbagai macam. Misalnya adalah kerupuk tahu, kerupuk bawang, kerupuk puli, dan lainnya. Lingkup pemasaran kerupuk yang telah di produksi adalah toko kelontong yang ada di Desa Sumber Jeruk dan sekitarnya.

Cara pembuatan kerupuk ini cukup mudah, bahan utama adonan tergantung dari jenis kerupuk yang akan dibuat. Pertama, buat adonan kerupuk dengan mencampurkan bawang putih yang sudah dihaluskan, tepung tapioka, rempah-rempah, dan garam. Kemudian bungkus adonan tersebut kedalam plastik. Adonan yang sudah dibungkus kemudian dimasukkan ke tempat pengukusan agar adonan dapat menyatu sempurna. Setelah itu, adonan diiris sesuai selera dan dijemur selama 1 – 2 hari. Adonan kerupuk yang telah kering dapat langsung digoreng dan dikonsumsi.

Leave a Reply

Skip to toolbar